Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 11. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2019

Teleskop






Teleskop


Pengertian, Fungsi Dan Bagian Dari Teleskop – Sebuah teleskop atau teropong adalah alat pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari objek yang diamati. Teleskop adalah alat yang paling penting dalam pengamatan astronomi. Jenis teleskop (biasanya optik) yang digunakan untuk tujuan tersebut, antara lain, tidak angkutan astronomi, bermata, teropong, lensa kamera, atau teleskop. Teleskop meningkatkan ukuran sudut objek, dan kecerahan. Alat yang menggunakan lensa ini seperti halnya pada Fungsi Dan Bagian Dari Mikroskop hanya saja memiliki perbedaan di bagian objek yang di lihat besar dan kecil dan juga jarak pandang.
Teleskop
Galileo diakui menjadi yang pertama untuk menggunakan teleskop untuk tujuan astronomi. Pada teleskop pertama dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang terlihat saja (seperti yang dibuat oleh Galileo, Newton, Foucault, Hale, Meinel, dan lain-lain), dan kemudian berkembang menjadi panjang gelombang radio setelah tahun 1945, dan sekarang mencakup seluruh spektrum elektromagnetik teleskop setelah eksplorasi ruang majunya setelah tahun 1960.
Penemuan atau prediksi adanya pembawa informasi lain (gelombang gravitasi dan neutrino) membuka spekulasi untuk membangun sistem deteksi bentuk energi tersebut dengan peran yang sama dengan teleskop klasik. Sekarang itu adalah umum untuk merujuk pada teleskop gelombang gravitasi atau teleskop partikel berenergi tinggi.

Fungsi teleskop

Fungsi teleskop dapat ditemukan di bidang astronomi. Teleskop adalah instrumen yang berfungsi untuk melihat objek yang sangat jauh. Alat ini mengandalkan cermin sebagai pembentukan gambar yang akan diterima oleh mata.
Teleskop pertama kali dibuat oleh beberapa ilmuwan, seperti Galileo, Newton, Foucault, dan sebagainya. Teleskop disebut teleskop optik bekerja dengan panjang gelombang terlihat.
Fungsi teleskop adalah untuk melihat objek yang sangat jauh, serta benda-benda langit. Teleskop bekerja dengan menangkap gambar dengan bantuan gelombang radiasi elektromagnetik yang dapat menembus lapisan atmosfer.
Berdasarkan pada objek, teleskop dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teleskop refraktor (dioptrik), reflektor (catoptrik), dan catadioptrik. Jenis teleskop refraktor (dioptrik) memiliki sistem yang bekerja menggunakan dua lensa objektif. Lensa utama akan mengumpulkan bayangan dan cahaya yang kemudian akan diteruskan ke lensa mata, kemudian diterima oleh mata saat melihat sebuah objek ke objek bayangan.

Teleskop jenis reflektor (catoptrik) memiliki sistem kerja yang menggunakan cermin. Cermin yang digunakan adalah cermin cekung. Cermin cekung akan memantulkan cahaya dan bayangan gambar.

Teleskop reflektor

Teleskop reflektor ini adalah alternatif teleskop refraktor. Kadang-kadang, refraktor optik teleskop akan mengalami gangguan yang membuat bayangan diterima menjadi tidak fokus. Berbeda dengan reflektor teleskop yang menggunakan cermin cekung, reflektor memiliki elemen penting sehingga bayangan yang diterima tetap dalam keadaan fokus.
Teleskop Catadioptrik memiliki sistem kerja yang tidak jauh berbeda dari refraktor dan reflektor teleskop, yang menyerap cahaya dan bayangan objek yang akan diterima oleh mata. Namun, jenis teleskop merupakan penggabungan dari dua jenis sebelumnya teleskop, yang menggunakan cermin dan lensa yang dapat ditemukan di mikroskop, mercusuar, dan kamera SLR lensa tele.
Semua teleskop yang pernah dibuat memiliki kinerja yang sama dan fungsi, yaitu untuk mengamati objek yang sangat banyak seperti benda-benda langit dan benda-benda kecil, seperti menggunakan mikroskop untuk mengamati sel.
Fungsi teleskop baru yang ditemukan di zaman ini adalah teleskop hubble dipasang di ruang untuk mengirim gambar dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Gelombang akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jelas. Dengan demikian, teleskop ini membantu orang untuk mengamati benda-benda di luar angkas.
Sehingga gambar dapat diamati, difoto, belajar, dan ditransmisikan ke komputer, menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan satu atau lebih elemen optik melengkung, biasanya terbuat dari kaca, untuk mengumpulkan cahaya dan radiasi elektromagnetik lain untuk titik fokus. Teleskop optik digunakan untuk astronomi dan di banyak instrumen non-astronomi, seperti teropong yang digunakan untuk pengamat burung atau mengamati burung, dan teropong untuk tujuan mengamati alam sekitarnya.
  • Teleskop pembiasan yang menggunakan lensa untuk membentuk sebuah gambar.
  • Teleskop pemantulan yang menggunakan susunan cermin untuk membentuk sebuah gambar.
  • Teleskop Catadioptric yang menggunakan cermin dikombinasikan dengan lensa untuk membentuk sebuah gambar.
Selain jenis teleskop yang umum dikenal, ada beberapa jenis lain yang memiliki utilitas tertentu seperti Astrograph, Comet pencari, teleskop surya.

Bagian teleskop

  • Findescope optik
Seperti teleskop miniatur yang terpasang pada braket pada tabung teleskop, berfungsi untuk memperbesar bidang gambar dan Formatting dalam konsentrasi benar bintang.
  • Focuser
Masing-masing teleskop memiliki focusers focuser dan datang dalam berbagai gaya. melekat pada tabung teleskop dan memegang lensa mata teleskop.
Kebanyakan model memiliki tombol pada sisi teleskop (rak dan pinion, Crayford) yang memungkinkan tabung internal untuk bergerak ke atas dan ke bawah sampai fokus dicapai, tetapi beberapa model (heliks) kiri atau kanan untuk mencapai fokus.
  • Eyepieces
adalah sebagai luas dan beragam seperti teleskop itu sendiri. Pada dasarnya, lensa teleskop adalah pengaturan lensa array barel untuk membantu gambar perbesaran. Mereka datang dalam berbagai ukuran sesuai dengan focuser dan berbagai sama faktor pembesaran dan gaya
  • Teleskop tube
Masing-masing teleskop juga memiliki tabung – atau tabung optik .. Ini hanya sebuah tabung berongga yang terbuat dari berbagai bahan yang menempel bagian teleskop.
Untuk teleskop refraktor, lensa utama berjalan di depan dengan focuser di belakang, sementara reflektor memiliki cermin utama di belakang, depan terbuka dan focuser adalah sepanjang sisi atas.
Desain bervariasi antara jenis teleskop dan produsen.
  • Primer Mirror Cell: Ini adalah perakitan lengkap yang memegang cermin utama teleskop reflektor. Desain juga bervariasi dari produsen ke produsen, tetapi prinsipnya adalah sama.yaitu memegang cermin dan memungkinkan untuk penyesuaian.
Lensa
  • perakitan ringan adalah pertemuan utama bagi teleskop refraktor. Hal ini pada dasarnya kerah yang memegang lensa utama di tempat dan cocok ke dalam tabung teleskop.
Tripod
Yaitu 3 kaki pada teleskop yang berfungsi untuk menahan teleskop untuk ketinggian di mana orang dapat berdiri untuk menggunakannya.
Lensa mat
Merupakan bagian yang seseorang terlihat melalui dan tergantung pada jenis teleskop, beberapa individu mungkin memiliki lensa tambahan berada di dalam.
Pencari
Adalah salah satu bagian yang paling penting dari teleskop karena memungkinkan pengguna untuk melacak benda-benda di ruang angkasa.
  • Tanpa finder itu akan membuat hampir tidak mungkin untuk menemukan benda-benda yang jarak jauh.
  • Tanpa penemu yang akan membuatnya hampir mustahil untuk menemukan objek dari jarak jauh.
  • Hal ini melekat pada sisi teleskop utama.
  • Hal ini melekat pada sisi teleskop utama.
Lensa Barlow
Lensa tambahan dapat ditempatkan di antara focuser dan lensa mata. Ini Efektif meningkatkan panjang fokus teleskop, sehingga meningkatkan perbesaran teleskop (biasanya 2x tapi bisa naik 5x). Hal ini secara efektif meningkatkan panjang fokus teleskop, sehingga meningkatkan perbesaran teleskop (biasanya 2x tapi bisa pergi ke 5x).
Gunung
Merupakan bagian dari teleskop yang memegang teleskop di tempat. Ada dua jenis dari alt-azimuth me-mount dan khatulistiwa. Ada dua jenis alt-azimuth gunung dan khatulistiwa.
Ada jenis lain dari gunung tetapi mereka umumnya digunakan untuk yang lebih besar, TELESCOP canggih yang tidak tersedia di toko-toko ritel.

sumber:https://www.dosenpendidikan.com/pengertian-fungsi-dan-bagian-dari-teleskop/

miskroskop

                                     





adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat dengan mata.Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek , dimana sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphigi yang mengadakan penelitian melalui Lensa yang sederhana.

Lalu Antony Vn Leuwenhoek mengembangkan lensa sederhana itu menjadi lebih kompleks agar dapat mengamati protozoa, bakteri dan berbagai makhluk kecil lainnya. Setelah itu pada sekitar tahun 1600 Hanz dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang dikenal dengan mikroskop ganda yang lebih baik daripada mikroskop yang dibuat oleh Antony Vaan Leuwenhoek. Mikroskop berasal dari dua buah kata yaitu mikro yang artinya adalah kecil dan dari kata scopium yang artinya adalahh pengelihatan . Mikroskop adalah suatu alat yang berada didalam laboratorium yang memberikan bayangan dari benda yang diperbesar hingga ukuran tertentu hingga dapat dilihat dengan mata.

Dalam pembentukan bayangan tersebut mikroskop menggunakan dua macam lensa yang berbeda fungsinya. Lensa yang paling sering berhubungan dengan mikroskop adalah lensa okuler dan lensa obyektif. Lensa obyektif adalah lensa cembung sedangakan lensa okuler  terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata. Dari dua macam lensa ini sudah dirancang khusus dengan perbesaran yang berbeda. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.

Macam – Macam Mikroskop :
  • ·Mikroskop Cahaya (Light Microscope)
  • ·Mikroskop Lapangan Gelap (Dark Field Microscope)
  • ·Mikroskop Fluoresen (Fluorescence Microscope)
  • ·Mikroskop Fase Kontras (Contranst phase Microscope)
  • ·Mikroskop Elektron (Elektrone Microscope)

    Mikroskop Cahaya (Light Microscope)

    Memiliki dua jenis lensa yaitu obyektif dan okuler, sistem kerjanya dibantu dengan cara pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati dan mampu memperbesar bayangan obyek hingga 1000 X” . Merupakan mikroskop yang mempunyai bagian – bagian yang terdiri dari alat-alat yang bersifat optik, berguna untuk mengamati benda-benda atau preparat yang transparan. Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa ialah mikroskop ultraviolet, karena cahaya ultraviolet tak dapat dilihat oleh mata manusia maka bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya.

    • Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
    • Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
    • Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.


    Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

    Bagian – bagian mikroskop cahaya :
    1. Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
    2. Tabung mikroskop (tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
    3. Sekrup Pengarah Kasar (Makrometer), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
    4. Sekrup Pengarah Halus (Mikrometer), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
    5. Revolver, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
    6. Lensa Objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
    7. Pegangan, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
    8. Pegangan sedia (penjepit kaca), penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
    9. Meja Objek, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
    10. Kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
    11. Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
    12. Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
    13. Reflektor (cermin), terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya makamenggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
    14. Kaki, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop

    sumber:http://www.alatlabor.com/article/detail/108/pengertian-mikroskop

    Pengertian Lup (Kaca Pembesar)Pengertian Lup (Kaca Pembesar)


    Pengertian Lup (Kaca Pembesar)

    Lup merupakan alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung dipergunakan untuk melihat benda kecil supaya tampak lebih jelas atau lebih besar dari ukuran sebenarnya. Lensa cembung pada lup akan membentuk bayangan maya yang diperbesar dari sebuah benda yang diletakkan di antara titik fokus (f) dengan titik pusat lensa. Benda dapat diamati dalam dua keadaaan, yakni ketika mata berakomodasi maksimum dan mata berakomodasi  tidak maksimum.
    Pada saat mata berakomodasi maksimum, benda harus diletakkan di antara lensa dan titik fokus. Sedangkan, pengamatan benda dengan mata tidak berakomodasi benda harus diletakkan tepat di titik fokus lup.
    Bagian-Bagian Lup (Kaca Pembesar)
    Lup terdiri atas beberapa bagian, diantaranya :
    a. Tangkai Lup
    Tangkai dipakai pengamat untuk memegang Lup.
    b. Skrup penghubung
    Skrup penghubung ini memiliki fungsi untuk menghubungkan antara tangkai Lup
    dengan kepala Lup.
    c. Kepala/bingkai Lup
    Lingkaran yang dipakai sebagai bingkai lensa cembung pada Lup
    d. Lensa Cembung Lup
    Lensa cembung berfungsi untuk memperbesar benda berukuran kecil agar tampak lebih besar.

    Cara Kerja Lup (Kaca Pembesar)

    Cahaya yang melewati lup membelok ke dalam untuk mengumpul di sebuah titik focus pada sisi kedua lensa. Benda yang diamati diletakkan di ruang 1 sehingga menghasilkan bayangan maya, terbalik. Cara memakai lup ada 2 yakni mata berakomodasi maksimum dan mata tidak berakomodasi.
    1. Mata berakomodasi maksimum
    Akomodasi maksimum terjadi saat otot siliari mata dalam kondisi paling tegang.
    Pengamatan dengan mata berakomodasi maksimum mengakibatkan mata cepat lelah tetapi keuntungannya menghasilkan perbesaran maksimum.
    Ketika melakukan pengamatan dengan mata berakomodasi maksimum benda yang akan diamati diletakkan di ruang 1, sehingga berlaku rumus lensa cembung:
    1/s = 1/f – 1/s’
    Keterangan :
    s = jarak benda
    f = jarak fokus
    s’ = jarak bayangan
    Lup adalah lensa cembung sehingga jarak fokus bertanda positif. Bayangan maya sehingga s’ bertanda negatif. titik dekat mata 25 cm
    Perbesaran anguler untuk mata berakomodasi maksimum :
    M=25/f  –  25/-25   Atau M= 25/f+1
    Dimana :
    M = perbesaran angular
    f = jarak titik fokus lensa
    2. Mata Tak Berakomodasi
    Mata tak berakomodasi ketika melihat benda otot siliar dalam keadaan rileks. Pengamatan dengan mata tidak berakomodai menguntungkan karena mata tidak cepat lelah tetapi perbesaran kurang maksimum. Ketika melakukuan pengamatan dengan mata tak berakomodasi benda yang akan diamati harus diletakkan tepat di titik fokus. Perbesaran anguler yang didapatkan yaitu :
    M=25/f

    Rumus Lup (Kaca Pembesar)

    Perbesaran anguler (Ma) pada lup dihitung dengan membandingkan antara sudut α dan sudut β:
    perbesarn anguler (Ma)
    Karena benda sangat kecil, maka sudut α dan β juga kecil, maka perhitungan perbesaran anguler menjadi:
    Pengertian Lup (Kaca Pembesar), Rumus dan Contoh Soalnya
    perbesaran anguler
    Keterangan :
    Ma = Perbesaran anguler
    α = Sudut antara mata dan benda tanpa lup
    β = Sudut antara mata dan benda dengan menggunakan lup
    Sn = Jarak antara lensa dan bayangan benda dengan menggunakan lup (atau titik dekat mata)
    = Jarak antara lensa dan benda dengan menggunakan Lup

    Sebuah lup dengan titik fokus 2.5 cm. tentukan perbesaran lup apabila mata tak berakomodasi dan mata berakomodasi maksimum!
    Diketahui :
    f = 2.5 cm
    ditanya :
    M . . .?
    Jawab :
    a. Mata tak berakomodasi
    M = 25/f
    M = 25/2.5
    M = 10 kali
    b. Mata berakomodasi maksimum
    M = (25/f)+1
    M = (25/2.5)+1
    M = (10)+1
    M = 11 kali

    sumber:https://www.gurupendidikan.co.id/lup-kaca-pembesar-pengertian-bagian-cara-kerja-dan-rumus-beserta-contoh-soalnya-lengkap/

    kamera

    Hasil gambar untuk pengertian kamera




    Pengertian Kamera: Apa itu Kamera? | Kamera adalah alat optik yang dapat merekam suatu peristiwa atau kejadian penting dalam bentuk gambar atau foto sehingga peristiwa dalam bentuk gambar atau foto sehingga peristiwa itu dapat kita lihat kembali. Cara kerja kamera sama seperti cara kerja mata. Bayangan nyata dari sebuah objek/benda dibentuk oleh lensa cembung pada kamera. Bayangan nyata objek/benda itu ditangkap oleh film kamera. Film pada kamera berfungsi sebagai layar untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa. Pada film tersebut terdapat lapisan zat kimia yang peka terhadap cahaya. Perubahan lapisan pada film kamera sesuai dengan cahaya yang datang. Karena cahaya yang datang membentuk bayangan nyata, maka perubahan lapisan zat kimiasesuai dengan bentuk bayangan objek/benda.

    Bagian-bagian kamera
     terdiri atas lensa cembung yang dapat digeser-geser (diatur) untuk memfokuskan bayangan nyata agar selalu jatuh pada film. Pupil pada kamera adalah celah yang dibentuk oleh diafragma (seperti iris pada mata) yang disebut aperture. Bila aperture besar, berarti intensitas cahaya yang masuk pada film besar dan bila aperture kecil, berarti intensitas cahayayang masuk pada film kecil. Sifat bayangan pada film adalah terbalik, lebih kecil, dan nyata

    sumber:http://pengertianahli.id/2014/05/pengertian-kamera-apa-itu-kamera.html
    .

    Indra pada Hewan

    Sistem Indra pada Hewan|Hewan menganalisis keadaan lingkungannya melalui indra. Jenis indra setiap hewan tidak selalu sama. Indra hewan bertulang belakang lebih kompleks daripada indra hewan tak bertulang belakang. Kepekaan indra setiap hewan berbeda-beda bergantung pada perkembangan sistem saraf pusatnya. Suatu jenis hewan memiliki salah satu indra yang lebih peka dibandingkan dengan indra yang sama pada manusia. Namun, indra hewan yang lain kurang peka dalam mengenali keadaan atau penibahan yang terjadi pada lingkungannya.Untuk Mengetahui sistem indra pada hewan seperti mamalia, burung, reptilia, amfibi, Ikan, serangga, cacing, protozo, Mari kita lihat pembahasannya yang dirangkum dalam sebuah tema yakni : Sistem Indra pada Hewan seperti dibawah ini..
    Sistem Indra pada Hewan

    1. Indra pada Mamalia

    Pada umumnya semua jenis indra yang dimiliki oleh manusia juga dimiliki oleh mamalia. Mamalia memiliki lima macam alat indra. Masing-masing alat indra tersebut juga berkembang dan berfungsi dengan baik. Beberapa jenis mamalia, bahkan memiliki alat indra dengan kepekaan yang sangat kuat terhadap rangsangan terteKucing memiliki tiga macam indra istimewa, yaitu indra penglihat, pendengar, dan peraba. Mata kucing dapat melihat dengan baik meskipun pencahayaan di lingkungan redup atau agak gelap pada malam hari. Dalam keadaan demikian, sinar matanya berwarna kehijauan. Warna hijau itu berasal dari pantulan suatu lapisan di bagian belakang matanya. Pendengaran kucing sangat tajam karena daun telinganya mampu menangkap getaran bunyi sebanyak-banyaknya. Kucing juga memiliki kumis yang panjang dan kaku sebagai indra peraba yang sangat peka.

    Anjing memiliki indra pencium dan pendengar yang sangat baik. Daya penciumannya yang tajam membuat anjing mampu mengikuti bau mangsanya sampai beberapa kilometer. Anjing pelacak dapat menemukan persembunyian seorang penjahat dengan mencium jejaknya. Telinga anjing juga dapat digerakkan dan ditegakkan sehiñgga mampu menangkap getaran bunyi dengan sangat baik. 

    Indra pendengar kelelawar sangat baik, namun indra penglihatnya kurang berkembang. Ketika terbang di malam han, kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi lebih tinggi daripada 20.000 getaran tiap detik (ultrasonik) yang tidak dapat didengar oleh manusia. Gelombang bunyi yang dikeluarkan akan mengenai mangsa atau rintangan di sekitamya dan dipantulkan kembali kepadanya. Pantulan gelombang bunyi tersebut diterima telinga kelelawar yang berukuran besar kemudian disampaikan ke pusat pendengaran di otak. Melalui cara inilah kelelawar mengetahui keberadaan mangsa atau rintangan di sekitamya. Prinsip semacam ini juga dipakai oleh manusia dalam membuat radar.

    Kesimpulan : 
    Beberapajenis. mamalia memiliki indra yang sangat peka. Indra kucing yang sangat peka ialah indra peraba, penglihat, dan pendengar Indra anjing yang sangat peka ialah indra pencium dan pendengar Indra kelelawar yang sangat peka ialah indra pendengar

    2. Indra pada Burung

    Indra penglihat dan indra keseimbangan burung berkembang dengan baik. Kedua macam indra tersebut memungkinkan burung dapat terbang lurus, menukik, atau membelok dengan cepat. Indra keseimbangan burung terletak di dalam rongga telinga dan berhubungan dengan otak kecil.
    Sistem Indra pada Hewan


    Otak kecil burung berukuran besar karena berkembang dengan baik sebagai pusat keseimbangan tubuh burung pada saat terbang. Sebagian besar burung memiliki indra penglihat yang sangat membantu burung untuk mendapatkan makanan, untuk menemukan musuh, maupun untuk terbang. Mata burung mampu berakomodasi dengan cara mengubah bentuk lensa matanya. Pada saat burung melihat benda yang jauh, lensa mata burung akan memipih. Sebaliknya, pada saat burung melihat benda yang dekat, lensa mata burung akan mencembung.

    Pada umumnya mata burung terletak di sisi kin dan kanan kepalanya agar dapat melihat keadaan di sekelilingnya tanpa harus memutar kepala. Beberapa jenis burung pemangsa, misalnya burung hantu, memiliki mata yang menghadap ke depan. Pandangan binokuler ini memungkinkan burung hantu untuk melihat benda-benda yang dekat dan jauh sehingga mampu memperkirakan jarak suatu benda. Hal itu penting bagi burung-burung pemangsa untuk rnengintai dan menangkap mangsa. Aktivitas burung hantu banyak dilakukan di malam hari. Oleh karena itu, retina matanya lebih banyak mengandung sel-sel batang dibanding retina mata burung lain. Sel-sel batang tersebut peka atau sensitif terhadap cahaya redup. Burung yang banyak beraktivitas pada siang hari. memiliki retina mata yang lebih banyak mengandung sel-sel kerucut. Sel kerucut tersebut peka terhadap cahaya yang kuat. Pada retina burung juga terdapat pektin yang merupakan kelanjutan dari saraf mata ke bola mata. membentuk lipatan, dan di dalamnya terkandung banyak pigmen. Fungsi pektin tersebut belum diketahui secara pasti, diduga berhubungan dengan indra penentu arah. Pektin pada burung yang biasa terbang tinggi. misalnya merpati, berkembang dengan baik.

    Pada umumnya burung lebih mengandalkan indra penglihat untuk mencari makan karena indra pencium tidak berkembang dengan baik. Akan tetapi, burung kiwi merupakan pengecualian. Indra penglihat burung kiwi kurang berkembang dengan baik, tetapi indra pencium yang berupa lubang hidung di ujung paruhnya berkembang dengan baik dan digunakan untuk mencium bau makanan yang terdapat di dalam tanah.


    Kesimpulan : 
    Keunggulan mata burung hantu ialah
    • memiliki pandangan binokuler yang dapat memperkirakan jarak,
    • lebih banyak memiliki sel-sel batang sehingga dapat tetap melihat dalam keadaan sedikit cahaya.
    3. Indra pada Reptilia 

    Sistem Indra pada Hewan
    Indra pada reptilia yang berkembang dengan baik adalah indra pencium. Kadal, komodo, dan ular memiliki indra pencium yang disebut organ Jacobson. Organ Jacobson ditemukan pertama kali pada abad ke-19 oleh seorang ilmuwan Denmark yang bernama L.L. Jacobson. Indra tersebut terletak di langit-langit rongga mulut. Kadal, ular, dan komodo sering menjulurkan lidahnya untuk mencium bau mangsa dengan cara mengambil bau yang telah ditinggalkan mangsanya di udara dan di tanah. Lidah itu kemudian ditarik dan ditempelkan pada organ Jacobson untuk menyampaikan bau. Sebagai pemakan bangkai, kornodo memiliki indra pencium yang sangat tajam. Hewan ini dapat mencium darah segar dari jarak empat kilometer. Namun, indra reptilia yang lain belum berkembang dengan baik. Beberapajenis ular, misalnya ular derik, memiliki indra yang peka terhadap rangsang panas. Indra itu begitu peka sehingga dapat membedakan dua benda dengan suhu yang hanya berbeda sepersepuluh ribü derajat celsius. Dengan indra tersebut, ular dapat berburu mangsa pada waktu gelap.



    4. Indra pada Amfibi

    Pada amfibi, misalnya katak, indra yang berkembang dengan cukup baik ialah indra penglihat dan pendengar. Mata katak berbentuk bulat serta dilindungi oleh kelopak mata atas dan bawah. Bagian sebelah dalam mata terdapat membran niktitans, yaitu suatu selaput tipis yang tembus cahaya. 
    Sistem Indra pada Hewan
    Membran niktitans berfungsi untuk menjaga agar komea mata tetap lembap ketika berada di darat dan menghindari gesekan ketika katak menyelam dalam air. Hal itu merupakan bentuk penyesuaian sifat katak sebagai hewan amfibi. Lensa mata katak tidak dapat berakomodasi. Oleh karena itu, katak hanya dapat melihat benda dengan jarak tertentu saja. Indra pendengar katak adalah teliñga yang terdiri atas telinga luar dan telinga dalam. Telinga luar berupa sepasang selaput pendengar di sebelah kanan dan kiri kepala. Selaput pendengar berbentuk segitiga yang melebar di bagian luarnya.

    Apabila terkena getaran atau bunyi, selaput pendengar akan bergetar. Getaran dan selaput pendengar diteruskan oleh tulang pendengar ketingkap jorong. Selanjutnya, getaran dari tingkap jorong akan diteruskan oleh cairan limfa ke saraf pendengar. Akhirnya, getaran oleh saraf pendengar diteruskan ke otak dalam bentuk impuls saraf.

    5. Indra pada Ikan

    Sistem Indra pada Hewan
    Indra ikan yang berkembang dengan baik adalah indra penglihat, pencium, dan pendengar. Indra penglihat ikan terletak di kedua sisi kepalanya. Bola mata ikan tidak dilindungi oleh kelopak, tetapi dilindungi oleh selaput tipis yang tembus cahaya. Ikan dapat melihat dengan jelas di dalam air karena baik air maupun kornea ikan membiaskan cahaya pada sudut yang sama. Sel-sel saraf penglihat pada ikan terdiri atas sel-sel batang dan sel-sel kerucut. Sel- sel batang menyebabkan ikan dapat melihat dengan jelas di tempat yang kurang menerima cahaya. Ikan juga dapat melihat warna walaupun hanya sampai tahap tertentu. Ikan mudah melihat warna merah dan kuning, tetapi lebih sulit membedakan warna hijau, biru, dan hitam.

    Sistem Indra pada Hewan
    Sistem Indra pada Hewan
    Mata ikan dapat berakomodasi dengan cara mengubah kedudukan lensa mata ke belakang (mundur) dan ke depan (maju). Gerakan itu dilakukan oleh otot kecil yang disebut retraktor lentis. Ketika melihat benda dekat, otot retraktor lentis berelaksasi (mengendur) sehingga lensa bergerak ke depan. Sebaliknya, ketika melihat benda jauh, retraktor lentis berkontraksi (mengerut) sehingga lensa tertarik ke belakang. Indra pencium ikan juga berkembang dengan baik. Indra pencium tersebut terletak di ruang kecil tepat di depan mata.

    Ikan menggunakan indra tersebut untuk mencari makanan, menghindari musuh, dan menemukan pasangan untuk kawin. Indra pendengar ikan mirip dengan telinga dalam manusia dan tidak terlihat dari luar karena terletak di dalam tengkorak. Telinga ikan membantu mendeteksi bunyi, menjaga keseimbangan tubuh ikan, serta membantu ikan merasakan perubahan kecepatan dan arah sewaktu berenang.

    Ikanmempunyai indra tambahan yang disebut gurat sisi. Gurat sisi juga disebut indra keenam. Fungsi gurat sisi adalah untuk mengetahui tekanan air. Selain itu, alat ini dapat mendeteksi gangguan sekecil apa pun dilingkungannya. Gurat sisi secara tepat dapat menentukan arah gangguan itu dan memberi peringatan kalau ikan hampir menabrak karang atau benda lain.

    Ketika baru dilempar ke dalam air akan menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan. Perubahan tersebut terdeteksi oleh gurat sisi ikan yang terdapat disamping kanan dan kiri tubuh ikan. Ikan menganggap isyarat perubahan itu sebagai tanda bahaya.

    6. Indra pada Serangga

    Sistem Indra pada Hewan
    Jumlah dan jenis serangga sangat banyak, bahkan paling banyak dibanding hewan lain di dunia in i. Sebagian besar serangga memiliki indra penglihat, pendengar, dan peraba yang berkembang dengan baik. Pada umumnya, serangga memiliki mata majemuk (faset) sebagai indra penglihatnya. Mata majemuk ini terdiri atas ribuan unit-unit visual atau alat penerima rangsang cahaya yang disebut omatidium (jamak: omatidia). Tiap-tiap omatidium memiliki satu lensa yang hanya mampu menerima rangsang cahaya yang jatuh tegak lurus padanya. Mata majemuk ini memungkinkan serangga untuk melihat objek yang bergerak dengan cepat. Itulah sebabnya kita sulit menangkap lalat atau serangga yang lain.

    Sistem Indra pada Hewan
    Selain mata majemuk, serangga juga memiliki mata\tunggal yang disebut oselus. (jamak: oseli). Oselus tidak dapat mengindra bayangan sejati. Oselus berfungsi untuk menangkap perubahan intensitas cahaya kemudian serangga menanggapi dengan meningkatkan atau mengurangi aktivitasnya. Rangsang cahaya yang jatuh di oselus akan meningkatkan kecepatan berjalan atau terbang serangga. Mata serangga dapat membedakan wama dan bentuk benda.Indra pendengar pada beberapa jenis serangga, misalnya jangkrik dan belalang, terdapat di kedua kaki depannya, sedangkan indra pendengar serangga jenis ngengat terletak di bagian antarruas dada. Indra pendengar tersebut berupa selaput mirip gendang telinga.Kemampuan mendengar pada serangga sangat bervariasi. Misalnya, kupu-kupu mampu mendengar suara yang berfrekuensi lebih rendah daripada frekuensi suara yang dapat didengar manusia. Lebah dapat mendengar suara dengan frekuensi 250 getaran per detik, belalang bahkan dapat mendengar bunyi yang berfrekuensi antara 2.000-1.000.000 getaran per detik. Semua serangga dilengkapi dengan sepasang antena sebagai indra peraba. Antena pada beberapa serangga juga berfungsi sebagai indra pencium. Bahkan, antena pada beberapa jenis lalat dan beberapa jenis kupu-kupu dapat menerima gelombang bunyi. Antena membantu serangga menemukan makanan, membedakan kawan atau lawan, dan mencari pasangan untuk kawin.

    Kesimpulan :  Indra penglihat serangga terdiri atas mata majemuk dan mata tunggal. Indra pendengar serangga berupa selaput mirip gendang telinga. Indra peraba (dan juga indra pencium,) serangga adalah sepasang antena.



    7. Indra pada Cacing

    Indra cacing tanah yang berkembang cukup baik adalah indra penerima rangsang cahaya. Indra tersebut terdapat di seluruh permukaan tubuh dan hanya berfungsi untuk membedakan gelap dan terang, tidak dapat membedakan warna. Indra penerima rangsang cahaya pada cacing tanah tersusun oleh sel-sel yang peka cahaya. Sel-sel tersebut terletak pada permukaan tubuh cacing terutama di bagian punggung (dorsal).

    Tanggapan atau respon cacing tanah ketika menerima cahaya yang kuat ialah menjauhi sumber cahaya. Hal itu merupakan bentuk adaptasi cacing tanah yang menyukai tempat-tempat yang teduh dan lembap agar permukaan kulit tetap basah atau lembap. Indra lain pada cacing tanah yang telah diketahui berkembang dengan baik adalah indra pengecap. Melalui indra pengecap, cacing dapat membedakan kol hijau dan kol merah atau seledri dan wortel. Cacing pipih, misalnya planaria, mempunyai sepasang bintik mata yang peka terhadap cahaya. Meskipun tidak dapat digunakan untuk melihat, kedua bintik mata tersebut dapat membantu planaria untuk mengenali lingkungan. Pada kedua sisi tubuh bagian depan (anterior) juga terdapat indra penerima rangsang yang dapat membantu planaria menemukan makanan.


    8. Indra pada Protozoa

    Pada umumnya, protozoa memiliki kepekaan terhadap rangsangan yang berupa zat kimia. Hal ini terbukti dan bergeraknya Amoeba sp. apabila menemukan makanan. Selain itu, Amoeba sp. juga peka terhadap rangsang sentuhan dan cahaya. Sentuhan dan cahaya yang kuat akan merangsang Amoeba sp. untuk bergerak menjauh. Euglena sp. yang merupakan hewan bersel satu, berbulu cambuk, dan berkiorofil akan bergerak ke arah datangnya cahaya. Respon ini penting untuk membantu berlangsungnya fotosintesis. Akan tetapi, Euglena sp. akan menjauh apabila mendapat cahaya secara langsung.

    sumber:http://www.artikelsiana.com/2014/10/sistem-indra-hewan-enis-jenis-macam-macam.html